Rabu, 2 April 2014

Cara menghafal al-Quran



Oleh: Syeikh Abdul Mohsin al-Qasimi (Imam Masjid an-Nabawi)

 Segala puji Bagi Allah Tuhan semesta alam, selawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad S.A.W. Dalam tulisan ini, kami akan kemukakan cara termudah untuk menghafal al-Quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang dam disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk dipraktikan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafal al-Quran. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktikannya:

Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-Nisa’, maka anda boleh mengikuti teori berikut ini:

1. Bacalah ayat pertama 20 kali.

2. Bacalah ayat kedua 20 kali.

3. Bacalah ayat ketiga 20 kali.

4. Bacalah ayat keempat 20 kali.

5. Kemudian ayat 1 hingga 4 sebanyak 20 kali.

6. Bacalah ayat kelima 20 kali.

7. Bacalah ayat keenam 20 kali.

8. Bacalah ayat ketujuh 20 kali.

9. Bacalah ayat kelapan 20 kali.

10. Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya      sebanyak 20 kali.

11. Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.

Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari 2 muka surat, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.

BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?

Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kukuh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?

Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al-Quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga  selesai semua al-Quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal nescaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari mula, oleh kerana itu cara yang paling baik dalam meghafal al-Quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru.

Anda boleh membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak lapan halaman.

Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda boleh menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah menghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda boleh menyelesaikan seluruh al-Quran.

Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama selama satu bulan iaitu mengulang setengah juz sehari, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?

Mulailah mengulang al-Quran secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan boleh mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.

Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kukuh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.

APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QUR AN SELAMA SATU TAHUN?

Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al-Quran sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, kerana itulah yang dilakukan oleh Nabi. Semasa hidupnya, beliau membahagi al-Quran menjadi tujuh bahagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-Quran setiap 7 hari sekali.

Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al-Quran untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "Kami membahagi al-Quran menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam (al-Quran)". (HR. Ahmad).

Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:

- Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",

- Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "at-taubah",

- Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",

- Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "al furqan",

- Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",

- Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",
- Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".

 Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin”, dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:

- huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,

- huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,

- huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,

- huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,

- huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,

- huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,

- huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".

Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi.

BAGAIMANA CARA MEMBEZAKAN ANTARA BACAAN YANG SERUPA DALAM AL-QUR AN?

Cara terbaik untuk membezakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbezaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang boleh membezakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda dapat mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).

KAEDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:

1- Anda harus menghafal melalui seorang rakan atau guru yang boleh membetulkan bacaan anda jika anda salah membacanya.

2- Hafallah setiap hari sebanyak 2 mukasurat, 1 muka surat setelah subuh dan 1 muka surat setelah asar atau maghrib. Dengan cara ini insya Allah anda akan boleh menghafal al-Quran secara kukuh dalam waktu satu tahun, akan tetapi  jika anda menghafal lebih dari 2 muka surat, anda akan merasa sukar untuk mengingatinya. Jika anda tidak mampu menghafal 2 muka surat dalam sehari, anda boleh menghafal setengah muka surat atau tiga ayat dalam sehari. Yang penting, anda mesti istiqamah dalam menghafal al-Quran.

3- Hafallah mulai dari surat an-Nas hingga surat al-Baqarah (secara membalikkan urutan al-Quran), karena hal itu lebih mudah. Mulakan dari surah-surah yang pendek terlebih dahulu kemudian barulah menghafal surah yang panjang.

4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu yang baik dari segi tulisannya maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.


5- Setiap yang menghafalkan al-Quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa ujian bagi para penghafal al-Quran, dan masa ini syaitan akann menggambil kesempatan untuk menggoda penghafal al-Quran agar memberhentikan penghafalan al-Quran, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-Quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orang yang dikurniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar kits termasuk diantara hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini. Amin ya rabal 'alamin.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan